Kalian tahu apa itu seni ?
Aristoteles berkata seni
merupakan suatu bentuk pengungkapan dari tiruan dari alam dan tidak pernah
menyimpang. Tetapi Kata Eric Ariyanto, seni merupakan suatu bentuk karya dari
kegiatan rohani atau aktivitas batin yang dapat menarik minat orang lain untuk
melihat atau mendengarkannya. Kata Immanuel Kant, seni merupakan impian karena
rumus tidak dapat mengikhtiarkan kenyataan. Kata Ki Hajar Dewantara, seni
merupakan hasil keindahan yang dapat mengerakkan perasaan indah bagi yang
melihatnya, sehingga tindakan manusia yang dapat menimbulkan perasaan indah itu
seni. Kata Leo Tolstoy, seni merupakan ungkapan perasaan pencipta kepada
penikmat agar dapat merasaka apa yang pelukis rasakan. Dan kata Drs. Sudarmaji,
seni merupakan ungkapan batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media
bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang. Tetapi menurutku seni
adalah sesuatu keindahan yang dapat dilihat, didengar dan juga dirasakan.
bagaimana apakah kalian sudah memiliki gambaran tentang seni. jika sudah, sekarang saatnya saya menjelasakan sebuah proyek yang memiliki konsep tentang dunia Seni atau lebih spesifiknya adalah penjualan karya seni. Penjualan karya seni sudah ada jauh sebelum marsyarakat modern ada. Dimasa lalu, jual beli karya seni sudah populer biasanya dilakukan oleh para raja, bangsawan atau orang – orang kaya. Seiring perkembangan jaman banyak orang yang tertarik untuk memiliki karya seni.
bagaimana apakah kalian sudah memiliki gambaran tentang seni. jika sudah, sekarang saatnya saya menjelasakan sebuah proyek yang memiliki konsep tentang dunia Seni atau lebih spesifiknya adalah penjualan karya seni. Penjualan karya seni sudah ada jauh sebelum marsyarakat modern ada. Dimasa lalu, jual beli karya seni sudah populer biasanya dilakukan oleh para raja, bangsawan atau orang – orang kaya. Seiring perkembangan jaman banyak orang yang tertarik untuk memiliki karya seni.
Sudah Lebih dari 1000 tahun
penjualan karya seni menjadi sebuah bisnis yang memiliki keuntungan yang
besar. Jika kita berbicara tentang
keuntungan, selalu ada saja orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang
ingin mencari keuntungan dengan cara melakukan kejahatan seperti penipuan,
pemalsuan dan lain – lain.
Berikut orang – orang yang pernah
menjadi pelaku penipuan penjualan karya seni
Elmyr de Hory sang pemalsu
lukisan
Selama masa hidupnya, Elmyr de
Hory di kenal sebagai seorang Pemalsu Lukisan yang sangat terkenal dan
mengerjakan sebagian besar karya tiruanya di sebuah Villa yang dia miliki di
Ibiza
Ely Sakhai sang pemasok lukisan
palsu
Karir Ely Sakhai sebagai seorang
pemalsu karya seni bisa di bilang bersinar terang dalam artian yang buruk.
banyak yang menyadari ada sebuah kecatatan dalam karya tiruan Ely selama
lukisan itu terlihat lumayan mirip dengan yang aslinya yang cukup terkenal, dan
bisa dijual dengan harga yang mahal.
Kasus pemalsuan Wacker
Saat ini lukisan hasil karya dari
Vincent van Gogh masih sering di lelang dimana-mana dan terjual dengan harga
jutaan dollar, dan membuat van Gogh menjadi seniman yang dianggap sebagai yang
terbaik di dunia, tapi kejeniusan van Gogh bukan hanya baru-baru ini saja,
faktanya kejeniusanya bahkan sudah mendunia sejak awal abad 20an. Hal inilah
yang menginspirasi seorang Pria asal Jerman bernama Otto Wacker untuk
memalsukan secara besar-besaran karya Van Gogh pada tahun 1927. Saat itu
Wacker mengklaim dirinya memiliki 33 lukisan karya Van Gogh, puluhan kurator
lukisan dan pemasok karya seni langsung berbondong-bondong mengajukan penawaran
mereka, tapi ada satu satu hal yang tak di ketahui para kurator ini adalah,
semua lukisan itu ternyata palsu.
"Spanish Forger "
Pemalsu dari Spanyol
Julukan "Spanish Forger
" mulai muncul saat seorang bernama Gnoli membawa sebuah lukisan yang dia
percaya sebagai karya dari seorang Maestro bernama Jorge Inglese yang di buat
pada tahun 1450, dan menunjukanya pada seorang direktur dari sebuah galeri seni
yang ada di Belle de Costa bernama Greene untuk membuktikan ke otentikanya.
Namun setelah memeriksa Greene menyimpulkan kalau lukisan itu adalah palsu, dan
karena Jorge Inglese berasal dari Spanyol maka pemalsu dari lukisanya lalu
disebut sebagai "Spanish Forger " atau Pemalsu asal Spanyol
Terlalu banyak kasus – kasus penipuan
karya seni yang ada didunia ini, saya tidak akan menjelaskan satu per satu
kasus penipuan itu. Yang harus digaris bawahi adalah, mengapa penipuan itu bisa
terjadi ?. dan Bagaimana bisa seorang kolektor atau penggemar karya seni bisa
tertipu, sedangkan mereka punya keahlian untuk menilai karya seni itu sebelum
mereka membelinya. Jawab adalah karena semua transaksi dilakukan oleh
perantara, selama transaksi masih melihatkan manusia akan selalu ada penipuan
di bisnis penjualan karya seni.
Banyak cara telah dilakukan untuk
menyelesaikan masalah ini, tetapi sampai sekarang tidak ada yang benar – benar efektif.
Yang kita butuhkan adalah sebuah sistem yang tidak ada campur tangan manusia
didalam menjalankan sistem itu, sebuah sistem yang tidak dapat di manipulasi
oleh siapapun.
Jika hanya sistem seperti itu
yang dibutuhkan, mungkin jawabannya adalah Teknologi Blockchain. Teknologi ini
sedang populer dari tahun 2017. Banyak orang yang mengembangkan teknologi
blockchain untuk digabungkan dengan berbagai layanan seperti keuangan, pasar,
Online Shop, Perbankan, bahkan bisnis Gembling juga sudah menggunakan
Blockchain.
Yang jadi pertanyaan sekarang
apakah bisa Blockchain digunakan untuk penjualan karya seni.?
Jawabannya BISA, karena proyek
ini sudah membuktikannya. Sebuah proyek market seni yang menggunakan Blockchain
sebagai inti dari sistem mereka. Proyek itu adalah All Public Art. Mereka akan
membuat sebuah Market seni online yang digabungkan oleh teknologi blockchain.
![]() |
| https://allpublicart.io/whitepaper.pdf |
Seperti apa cara yang dilakukan All
Public Art untuk menyelesaikan masalah Penipuan penjualan karya seni ?
Mereka akan menggunakan sebuah
kode unik yang akan di letakkan dibagian bawah atau belakang karya seni, setiap
kode unik akan otomatis terhubung kejaringan Blockchain. Jadi setiap pembeli dapat melihat semua transaksi yang melibatkan karya seni tersebut, mulai dari Seniman lalu ke tangan kolektor seni dan terakhir pembeli
dan seterusnya. sebelum mereka membeli karya seni tersebut. Riwayat transaksi tersebut tidak akan bisa dihapus atau diubah.
Jadinya kita bisa tahu siapa yang membuat dan siapa saja yang sudah pernah memiliki karya seni tersebut. Dengan cara seperti ini tidak akan ada lagi pemalsuan karya seni. Yang
lebih hebatt lagi setiap transaksi bersifat peer-to-peer dimana hal itu mustahil
dilakukan jika kita membeli karya seni di galeri atau dalam acara pelelangan
karya seni.
Bagi saya yang masih baru di
dunia seni. All public art dapat membantu orang – orang seperti saya yang
tidak memiliki kemampuan untuk menilai karya seni. Kita bisa percaya bahwa
karya seni yang akan kita beli adalah asli dari para seniman bukan karya palsu
yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan semata.
Semua pembayaran yang ada di
Platform All Public art akan menggunakan Token APA. Token ini adalah sebuah
token yang dibuat di jaringan blockchain Ethereum. Token APA juga digunakan
untuk pembuatan Kode unik yang akan di letakkan di karya seni.
Ada berbagai tingkatan kode unik
yang dapat dipilih oleh seniman sebelum mereka menjual karya seni mereka. Berikut
jenis – jenis kode unik tersebut :
- Unique ID with QR code
- Unique IDs embedded in tamper sensitive stickers and holographic stickers
- RFID chips (Radio Frequency Identification chips)
- Micro RFID chip in adhesive applied to the artwork
Bergabunglah dalam pengembangan
proyek All Public Art dengan cara membeli token mereka di acara ICO yang akan
dilakukan di Website Resmi mereka disini :
![]() |
| https://allpublicart.io/whitepaper.pdf |
Jika kalian ingin mencari
informasi tentang ICO dan Proyek All public art lebih lengkap kalian bisa
membaca Whitepaper atau mengunjungi ling dibawah ini :



0 comments: